Selasa, 11 Mei 2010

tempat wisata

TEMPAT WISATA DI BOGOR

Kebun Raya Bogor seluas 111 Ha yang didirikan pada tahun 1817 dengan koleksi tanaman sekitar 20.000 jenis merupakan kebun raya yang terkenal di dunia. Di dalam areal Kebun Raya ini terdapat Istana Bogor yang berarsitektur unik. Selain Kebun Raya Bogor dengan kekhasannya istananya itu, di wilayah Bogor terdapat banyak tempat wisata lain yaitu prasasti Batutulis, Danau Lido, Taman Safari dan Telaga Warna di kawasan Puncak, air panas Ciseeng atau kerimbunan Gunung Salak. Termasuk ke dalam wilayah wisata Bogor adalah Kebun Raya Cibodas, Cagar Alam Gunung Gede, Gunung Padang, Istana Cipanas yang terletak di Jalan Raya Cipanas-Cianjur. Kini obyek wisata di wilayah Bogor bertambah dengan dibukanya Taman Buah Mekarsari-Cileungsi dan Taman Bunga Nusantara.
Kota Bogor dikenal pula dengan asinannya, tales serta kerajinan dari tanduk sedangkan Cianjur terkenal dengan industri manisan.

KOTAMADYA BOGOR
Kotamadya Bogor yang dikenal sebagai “Kota Hujan”, luasnya meliputi 21,56 km2 dan terletak 60 km dari kota Jakarta. Kotamadya Bogor dikelilingi oleh Gunung salak, Pangrango dan gede, dan terletak pada 106o48’ Bujur Timur dan 60o39’ Lintang Selatan, dengan ketinggian minimumnya 190 m dan maksimum 330 m di atas permukaan laut.

Kelembaban udara kurang lebih 40% dengan suhu rata-rata 26o C dan curah hujan rat-rata 3.500 mm hingga 4.000 mm pertahun. Kotamadya Bogor dapat ditempuh dari Jakarta melalui jalan bebas hambatan Jagorawi dalam waktu 30 menit, atau dengan Kereta Listrik Jabotabek yang berangkat setiap 6 menit baik dari Jakarta maupun Bogor. Sedangkan dari Bandung, kota Bogor dapat dicapai dengan kendaraan beroda empat dalam waktu kurang lebih 3 jam.

Kesenian yang ada yaitu wayang golek, gamelan degung, cianjuran, Calung, Kendang Pencak, Jenaka Sunda dan lain-lain. Cendera mata yang dapat diperoleh yaitu barang-barang kerajinan yang terbuat dari tanduk, kenari, rotan, perak, bambu dan wayang golek.

Buah-buah dari daerah ini seperti nenas, talas, pisang dan lain-lain.Dapat diperoleh di pasar ataupun di kios penjaja di sepanjang jalan ke luar kota Bogor menuju ke Cipanas.

OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA

I. Istana Bogor

Didirikan oleh Gubernur Jendral Belanda, Baron Gustaaf willem Van Imhoff, 1745, sebagai tempat peristirahatan di akhir minggu dan di hari libur, dan diberi nama Buitenzorg. Kemudian dipakai sebagai kediaman resmi para gubernur jendral dan pejabat pemerintahan Hindia-Belanda sejak 1870 hingga 1942. Kini menjadi salah satu Istana Presiden Republik Indonesia. Istana yang luasnya 24 hektar ini pernah menjadi tempat diselenggarakannya Konfrensi Lima Negara (India, Pakistan, birma, Ceylon dan Indonesia) pada tahun 1954, APEC tahun 1994. Di dalamnya tersimpan sekitsr 219 karya pelukis ternama dan 136 patung/keramik. Untuk masuk ke dalam Istana ini harus ada inji khusus dari Kepala Rumah Tangga Kepresidenan Bogor.

II. Kebun Raya Bogor

Kebun seluas 111 hektar ini didirikan pada tahu 1817 dan terletak disebelah Istana Bogor. Pendirinya adlah Prof. Dr. CG Reinwardt, ahli botani Belanda. Di taman ini terdapat kira-kira 20.0000 jenis tanaman, yang terdiri dari berbagai macam tanaman dari dalam maupun luar negeri, termasuk Anggrek dan Kaktus. Kebun ini juga dilengkapi dengan perpustakaan, labolatorium dan museum zoologi, dan merupakan salah satu pusat penyelidikan ilmiah terkenal di dunia dan sering dikunjungi oleh ahli botani dari luar negeri.

Di dalam kebun ini terdapat bunga raksasa atau bunga bangkai (amorphophalus Titanum Beccari), yang ditanam pada tahun 1912 sebanyak 11 pohon, berasal dari hutan Sumatera, dan ditemuka oleh ahli botani dari Itali, bernama Beccari. Bunga ini mempunyai garis tengah 54 cm dan tingginya 2,5 meter, dan berwarna ungu dan kuning. Kebun ini juga berfungsi sebagai tempat pariwisata dan rekreasi terutama banyak dikunjungi pada hari-hari besar dan libur. Di halaman kebun ini juga terdapat makam istri Thomas Stamford Raffles, Letnan Gubernur Jendral Inggris di Pulau Jawa yang bertugas dari tahun 1811 hingga 1816, dan pernah tinggal di Istana Bogor.

III. Museum Zoologi

Museum yang terletak di dalam lingkungan Kebun Raya bogor ini didirikan pada tahun 1984 oleh Dr. J.G. Koningsberger. Di sini terdapat berbagai koleksi binatang-binatang yang sudah diawetkan, meliputi puluhan ribu species mamalia, serangga, reptilia, burung, ikan, keong, kerang, dll. Terdapat juga hewan jenis purba dan satwa langka.

IV. Herbarium Bogoriense

Terletak di Jalan Ir. H. Juanda, di sebelah Barat Kebun Raya Bogor. Di dalamnya tersimpan dan dipamerkan berbagai jenis daun dan buah yang telah dikeringkan, berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

V. Pustaka Bogor

Didirikan pada tahun 1842 di dalam lingkungan Kebun Raya Bogor oleh ahli botani Belanda, Dr. J. Pierot. Koleksinya sekitar 300.000 jilid buku, 2.000 judul majalah ilmiah dan lebih dari 100.000 barang cetakan lainnya. Koleksinya meliputi buku-buku ilmu pengetahuan alam murni dan praktis, dengan mengutamakan biologi, yang diperoleh dari hasil pertukaran dengan lembaga-lembaga ilmiah dan ahli-ahli botani dan biologi di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan ini paling baik dan lengkap di Asia Tenggara.

VI. Batu Tulis

Merupakan prassati peniggalan jaman Kerajaan Padjadjaran yang ditulis dalam bahasa Jawa kuno yang isinya menyebutkan raja Pakuan Padjadjaran yang bernama Prabu Purana dinobatkan kembali dengan nama Sri Paduka Maharaja Ratu Haji dalam tahun yang tidak jelas karena ada huruf yang kosong, sehingga ada berbagai macam penafsuran Prasasti ini disimpan di tepi jalan raya Batutulis, Bogor, sekitar 2 km dari pusat kota.